PT Agro Bukit Kembangkan Plasma Nutfah

Keberhasilan PT. Agro Bukit di Kalimantan Tengah Mengembangkan Plasma Nutfah


Pengembangan perkebunan kelapa sawit di Indonesia jadi salah satu sektor primadona yang terus digarap baik oleh pihak pemerintah maupun swasta, diantaranya oleh PT Agro Bukit. Dengan adanya pengembangan sektor kelapa sawit yang mendukung majunya dunia perkelapa sawitan nasional untuk menghasilkan CPO terbaik, tentu akan membangakan banyak pihak. Dan pada saat ini, Indonesia telah berhasil mecatatkan kondisi tersebut.

Dari berbagai sumber diintisarikan saat ini, produksi CPO mentah Indonesia telah mencapai kurang lebih 33 juta metrik ton. Ini jauh melampaui Malaysia yang pada tahun-tahun sebelumnya sempat menjadi tuan rumah kelapa sawit dunia. Dengan demikian, ini adalah sebuah prestasi sekaligus tanggung jawab yang musti diemban oleh Indonesia sendiri untuk terus meningkatkan kualitas termasuk juga di bidang pembibitan.

Pengembangan Plasma Nutfah, Organisme Unggul, Pembawa Sifat Terbaik Indukan


Bagi pihak pengembangan kelapa sawit. Terutama sektor swasta seperti misalnya PT Agro Bukit di Kalimantan Tengah. Pembibitan dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalu media plasma nutfah. Dalam hal ini, plasma nutfah sendiri adalah satu organisme atau mikroorganisme yang dapat berupa satu kesatuan organ utuh baik dari jenis tumbuhan maupun hewan. Pengembangan pembibitan melalui plasma nutfah diharapkan dapat menjadikan tumbuhnya individu baru, terutama dalam hal ini adalah kelapa sawit unggulan yang mampu memberikan hasil maksimal.

Pengembangan kelapa sawit berbasis koleksi plasma nutfah (germplasm) ditujukan untuk meningkatkan keanekaragaman jenis tanaman sawit (elaeis guineensis). Di Indonesia sendiri, menurut para pakar, tanaman sawit adalah kategori tanaman introduksi. Dengan demikian jenisnya tidaklah banyak.

Ragam tanaman sawit, yang saat ini dikembangkan berbasis plasma nutfah sangatlah banyak macamnya. Ini ditujukan agar industri perkelapa sawitan dalam negeri dapat berkembang semakin jauh. Salah satu contoh perusahaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia yang mampu sukses dalam mengembangkan plasma nutfah adalah PT Agro Bukit.

Dengan mengembangkan plasma nutfah terkait meningkatnya varietas kelapa sawit yang ada. Maka diharapkan akan sejalan dengan program pemerintah untuk mendorong serapan devisa yang berasal dari sumber daya alam dalam negeri. Ini tentu adalah sebuah proyek yang prestisius.

Tercatat dari data yang dirilis kementrian pertanian RI, tak kurang dari 8 juta hektar lahan sawit telah dibuka di Indonesia. Data ini menunjukkan bahwa betapa signifikannya perkembangan pertumbuhan industri perkebunan kelapa sawit nasional. Tentu saja hal inilah yang menjadikan mengapa Indonesia mampu mengungguli Malaysia dalam segi produksi CPO (Crude Palm Oil) dunia.

Ini adalah capaian yang belum maksimal. Dalam rencana pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit nasional, pemerintah mencanangkan akan merambah hingga tak kurang dari 13 juta hektar lahan yang akan ditanami dengan kelapa sawit. Target ini diharapkan akan tercapai pada kurun 2020 an.

Tentu saja, harapan pemerintah ini bukanlah hal yang sulit asalkan terdapat kerjasama dari semua pihak. Ini terutama di harapkan muncul langsung dari pelaku bisnis sawit dalam negeri. Salah satu yang terbesar tentunya adalah PT Agro Bukit.

Untuk menjaga kelangsungan dari varietas kelapa sawit yang ditanam. Dimana setiap 5 tahun sekali diperlukan peremajaan. PT Agro Bukit menjalankan satu konservasi individu kelapa sawit unggulan. Inilah yang dimaksudkan dengan pengembangan kelapa sawit berbasis plasma nutfah.

Untuk menjaga keberlangsungannya pula, PT Agro Bukit tak hanya sekedar melakukan penanaman. Tetapi penelitian dan pengembangan terus dijalankan. dengan cara ini maka diharapkan kontribusi yang nyata dari PT Agro Bukit dapat dirasakan dampaknya secara maksimal oleh industri kelapa sawit dalam negeri.


Elaeis guineensis


Previous Post Next Post

News Feed